Menyedihkan! Mayat Menumpuk di Sepanjang Jalan , Krematorium Kewalahan Akibat Angka Covid Melonjak di India

Angka penderita Covid-19 di India mengalami lonjakan yang luar biasa dasyatnya pada beberapa hari terakhir ini.

Paling tidak lebih dari 1000 pasien Covid-19 meninggal dunia.

Berbeda dengan di Indonesia, para penderita Covid-19 yang meninggal di India tidak dikuburkan melainkan dikremasi.

Karena begitu banyak korban Covid-19  yang meninggal dan harus dikremasi. krematorium di seluruh negeri pun kewalahan saking penuhnya.

Terlihat banyak mayat yang menunggu untuk dikremasikan menumpuk di jalanan karena  kurangnya tempat meletakan mayat. Gambar ini menyebar di berbagai video di media sosial juga.

Tercatat pada hari Senin ada sebanyak 256 ribu penambahhan kasus harian Covid-19 di India dan kasus kematian mencapai 1.757 korban.

Tingginya angka kematian ini membuat krematorium kewalahan karena tak henti-hentinya mengkremasi mayat korban Covid-19.

Pemerintah New Delhi telah meminta krematorium meningkatkan kapasitas menjadi dua kali lipat atau lebih atas adanya penambahan korban Covid-19 ini.

Dilansir dari Portajogja dengan judul artikel Covid-19 di India Melonjak: Krematorium Penuh, Mayat Menumpuk di Jalanan,  Nigambodh Ghat, salah satu tempat kremasi terbesar di Delhi dan terhubung dengan enam rumah sakit Covid-19 meningkatkan kapasitasnya pembakarannya dari 36 menjadi 63 tumpukan kayu untuk satu kali proses pembakaran.

Namun ini pun tidak cukup. Orang-orang masih terlihat menunggu di luar krematorium untuk upacara terakhir dengan ambulans berbaris.

Di beberapa tempat, terlihat  mayat tergeletak di sepanjang jalan selama berjam-jam.

“Siapapun yang datang harus menunggu setidaknya beberapa jam,” ujar seorang pekerja medis yang membawa mayat dari rumah sakit ke

Pada Minggu malam, 18 April 2021, video mayat yang dibakar memberi kengerian di media sosial.

Rajiv Agrawal, seorang pekerja di krematorium  mengatakan kepada The Independent dan dikutip Portaljogja.com, bahwa setidaknya ada waktu menunggu 12 jam untuk mengkremasi jenazah yang tiba.

Kami telah menyiapkan beberapa tempat untuk mayat Covid-19.  Setiap tumpukan kayu membutuhkan dua hingga tiga jam untuk terbakar,” ujar Agrawal

Jumlah pasien yang meninggal yang tiba di krematorium  terus meningkat dari hari ke hari. Namun, dia membantah ada mayat yang dibakar di jalan setapak.

Pejabat di Krematorium  Seemapuri, yang memiliki dua rumah sakit Covid-19 terbesar di Delhi mengatakan mereka juga menyaksikan peningkatan jumlah kremasi.

Jumlah mayat terkait  Covid-19 tahun ini jauh lebih besar daripada periode yang sama pada tahun 2020.

Padahal pada 2020 India  sempat mengalami fase aman dari Covid-19. Namun kini, mutasi virus Covid-19  yang menyerang India jauh lebih cepat dan berbahaya.

India kini melaporkan peningkatan kasus virus Covis-19 harian tertinggi di dunia, dan telah mengambil alih  tempat sebagai negara yang paling parah terkena dampak kedua di dunia setelah AS.

Kamis, 15 April 2021 menandai hari pertama adanya infeksi Covid-19  lebih dari 200 ribu kasus harian Covid-19 dan setelah itu angka penambahannya tidak pernah kurang dari 200 ribu kasus.

Media sosial dibanjiri orang-orang yang meminta bantuan karena banyak rumah sakit kehabisan ruang untuk menampung pasien baru.

Ada juga laporan tentang pasien yang meninggal di luar rumah sakit saat menunggu masuk ruangan perawatan. Selain itu ketersediaan tabung oksigen yang langka turut menyumbang jumlah korban meninggal di negara ini.

Media lokal India  dipenuhi dengan laporan suram tentang mayat-mayat yang menumpuk di depan krematorium dan  para pekerja mengatakan mereka telah melihat kematian akibat  Covid-19 meningkat.

Laporan menunjukkan situasinya lebih suram daripada yang ditunjukkan statistik resmi.

Panggangan dua tungku di Krematorium Ashwini Kumar di Surat telah meleleh akibat terus menerus digunakan untuk mengkremasi jenazah korban Covid-19.

keluarga harus menunggu setidaknya 8 jam agar jasad keluarga mereka selesai dikremasi.

Pemerintah federal yang dipimpin perdana menteri India  Narendra Modi telah menghadapi kritik keras karena terus mengadakan kampanye politik besar-besaran sedangkan kasus Covid-19 terus meningkat.

Dalam kampanye tersebut terlihat tidak ada protokol kesehatan yang diikuti seperti terjadi kerumunan dan memakai masker.

Pemerintahan Modi juga mengizinkan Kumbh Mela, sebuah pertemuan keagamaan terbesar di dunia, di mana jutaan umat berada di tepi Sungai Gangga untuk berenang.

Hal ini tetap dilakukan bahkan setelah meningkat pesatnya kasus positif Covid-19 di negara itu  yang menyebabkan krematorium penuh dan mayat terlihat  menumpuk di jalanan. (Portaljogja - Lasti Martina)

Sumber : pikiran-rakyat.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Menyedihkan! Mayat Menumpuk di Sepanjang Jalan , Krematorium Kewalahan Akibat Angka Covid Melonjak di India"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

close

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel